The Art of Laughter: Rina's Rainy Day at the Gallery cover art

The Art of Laughter: Rina's Rainy Day at the Gallery

The Art of Laughter: Rina's Rainy Day at the Gallery

Listen for free

View show details

About this listen

Fluent Fiction - Indonesian: The Art of Laughter: Rina's Rainy Day at the Gallery Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-10-23-34-02-id Story Transcript:Id: Suara hujan deras mengiringi langkah kaki Rina, Adi, dan Siti ketika mereka memasuki Galeri Nasional Indonesia di Jakarta.En: The sound of heavy rain accompanied the footsteps of Rina, Adi, and Siti as they entered the Galeri Nasional Indonesia in Jakarta.Id: Tempat itu ramai dengan pengunjung yang berjalan-jalan di antara instalasi seni modern yang penuhi ruangan-ruangan terang benderang.En: The place was bustling with visitors strolling among the modern art installations that filled the brightly lit rooms.Id: Rina, dengan senyum penuh semangat, berharap bisa mengesankan Adi dengan pemahaman seni yang mendalam dan berwibawa.En: Rina, with a spirited smile, hoped to impress Adi with her deep and authoritative understanding of art.Id: Langit Jakarta sedang berkabut saat itu, khas musim hujan.En: The sky over Jakarta was cloudy at that time, characteristic of the rainy season.Id: Gemuruh petir bersahutan di kejauhan.En: The rumbling of thunder echoed in the distance.Id: Rina berbalik ke arah Adi dan berkata, "Lihat, kurasa karya ini mewakili keresahan manusia modern."En: Rina turned to Adi and said, "Look, I think this piece represents the anxieties of modern humans."Id: Adi mengangguk, meski matanya menekuni lembar panduan pameran yang ia genggam.En: Adi nodded, even though his eyes were focused on the exhibition guide he was holding.Id: Saat eyang mereka lewati patung besar yang terlihat abstrak, Rina merasa lelah setelah berputar menikmati setiap karya seni di galeri itu.En: As they passed a large statue that looked abstract, Rina felt tired after wandering around enjoying every art piece in the gallery.Id: Ia melihat sesuatu yang tampak seperti bangku.En: She spotted something that seemed like a bench.Id: "Ah, akhirnya, tempat duduk," gumamnya dengan lega sembari duduk.En: "Ah, finally, a seat," she muttered with relief as she sat down.Id: Sekonyong-konyong, seorang penjaga galeri yang melintas mendatangi mereka.En: Suddenly, a gallery guard passing by approached them.Id: "Maaf, Mbak, itu sebenarnya bagian dari instalasi seni," ujar penjaga dengan sopan, sambil menunjuk plakat kecil di sebelahnya yang menjelaskan makna di balik patung itu.En: "Sorry, Mbak, that is actually part of the art installation," said the guard politely, pointing to a small plaque next to the statue that explained its meaning.Id: Wajah Rina seketika memerah.En: Rina's face turned red instantly.Id: Adi dan Siti tertawa terbahak-bahak.En: Adi and Siti laughed out loud.Id: Namun, melihat situasi yang memalukan ini, Rina pun tak bisa menahan tawa.En: However, seeing this embarrassing situation, Rina couldn't help but laugh too.Id: Mereka semua tergelak dalam keramaian galeri.En: They all burst into laughter amidst the gallery's crowd.Id: "Saya kira baru ini seni yang benar-benar 'mendalam'," seloroh Rina sambil berdiri dengan anggun, membuat kejadian tadi terasa ringan.En: "I guess this is the first art that's truly 'profound'," Rina quipped as she gracefully stood up, making the earlier incident feel lighter.Id: Ketiganya kemudian melanjutkan tur seninya dengan semangat yang diperbarui.En: The three of them continued their art tour with renewed enthusiasm.Id: Setelah kejadian itu, mereka duduk di kafe kecil di sudut galeri sambil menikmati teh hangat.En: After the incident, they sat in a small cafe at the corner of the gallery while enjoying a warm cup of tea.Id: Rina merasa lebih santai dan percaya diri.En: Rina felt more relaxed and confident.Id: Teman-temannya menghargai sikap santainya dan betapa mudahnya dia menertawakan ketidaksempurnaan.En: Her friends appreciated her easygoing manner and how easily she could laugh at imperfections.Id: Baginya, kebahagiaan bersama teman-teman lebih penting daripada selalu terlihat pintar.En: For her, happiness with friends was more important than always appearing smart.Id: Akhirnya, Rina sadar bahwa menjadi diri sendiri, dengan semua kekocakan dan kebodohan, adalah yang terpenting.En: Finally, Rina realized that being herself, with all her silliness and foolishness, was what truly mattered.Id: Pelajaran dari sebuah hari di galeri seni yang takkan mudah mereka lupakan.En: A lesson from a day at the art gallery that they would not easily forget.Id: Dan mungkin, lain kali, Rina akan lebih berhati-hati sebelum duduk.En: And perhaps next time, Rina would be more careful before sitting down.Id: Sambil tersenyum lebar, ia siap memulai petualangan seni berikutnya dengan hati yang ringan dan jiwa yang terbuka.En: Smiling widely, she was ready to begin her next art adventure with a light heart and an open soul. Vocabulary Words:accompanied: mengiringibustling: ramaiinstallations: instalasispirited: penuh semangatimpress: mengesankanauthoritative: berwibawacharacteristic: khasrumbling: ...
No reviews yet
In the spirit of reconciliation, Audible acknowledges the Traditional Custodians of country throughout Australia and their connections to land, sea and community. We pay our respect to their elders past and present and extend that respect to all Aboriginal and Torres Strait Islander peoples today.